An Nafs
Nafs mempunyai beberapa makna :
Pertama, An Nafs yang berkaitan dan tumpuan syahwat atau hawa [hawa berasal dari bahasa Arab yang tercantum dalam Alqur'an, wanaha An nafsa 'anil hawa - dan ia menahan dirinya (fisiknya) dari keinginannya (hawanya) ]( An Nazi’at :40-41). Yaitu hawanya ; mata, telinga, mulut, kemaluan, otak dll. Hawa-hawa atau syahwat, selalu berkecenderungan kepada asal kejadiannya yaitu sari pati tanah - dengan demikian An nafs berarti fisik (tanah yang diberi bentuk). Dia akan bergerak secara naluri mencari bahan-bahan materi asal fisiknya, ketika kekurangan energi atau kekurangan unsur-unsur asalnya maka ia akan segera mencari atau secara naluri ia akan berkata, saya lapar, saya haus !.
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari ekstrak yang berasal dari tanah.” (QS. Al Mukminun:12)
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari Lumpur hitam yang berstruktur (berbentuk), maka apabila Aku telah meniupkan kepadanya Ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” [QS. Al Hijir: 28-29]
An nafs arti Fisik yang mempunyai bahan dari ekstrak tanah yang mempunyai bentuk .
Kedua, An Nafs berarti : Jiwa, - jiwa mempunyai beberapa sifat, nafs lawwamah (pencela), nafs muthmainnah (tenang), Nafs Ammarah bissu’ (senantiasa menyuruh berbuat jahat).
Yaa ayyatuhannafsul muthmainnah ….. [QS. Al Fajr : 27-28]
Wala uqsimu binnafsil lawwamah … [QS. Al Qiyamah:2]
Wama ubarriu nafsii, innannafsa laammaratun bissuu’ [QS. Yusuf:53]
Sedangkan Qalb, artinya sifat jiwa yang berubah-ubah, tidak tetap. Terkadang ia bersifat muthmainnah, kadang juga lawwamah, atau berubah menjadi ammarah bissuu’
Watak seperti inilah yang dimaksud dengan QALB (berbolak-balik), jadi keliru kalau dikatakan qalb itu adalah wujud karena dia bukan jiwa, akan tetapi merupakan sifatnya jiwa yang selalu berubah-rubah. Jiwa yang mempunyai sifat berubah-rubah inilah, dinamakan Qalbun !! sedangkan jiwa yang selamat disebut Qalbun salim (selamat dari sifat yang berubah-rubah) - illa man atallaha biqalbin saliim - kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. (QS. Asy Syura: 89)
An nafs (jiwa) memiliki alat-alat, Pikiran, Perasaan, Intuisi, Emosi, dan Akal. Sedangkan An Nafs (fisik) memiliki alat-alat : Penglihatan (mata), Pendengaran (telinga), Perasa (lidah), Peraba, Penciuman (hidung).