Rabu, Mei 06, 2009

An Nafs

An Nafs

Nafs mempunyai beberapa makna :

Pertama, An Nafs yang berkaitan dan tumpuan syahwat atau hawa [hawa berasal dari bahasa Arab yang tercantum dalam Alqur'an, wanaha An nafsa 'anil hawa - dan ia menahan dirinya (fisiknya) dari keinginannya (hawanya) ]( An Nazi’at :40-41). Yaitu hawanya ; mata, telinga, mulut, kemaluan, otak dll. Hawa-hawa atau syahwat, selalu berkecenderungan kepada asal kejadiannya yaitu sari pati tanah - dengan demikian An nafs berarti fisik (tanah yang diberi bentuk). Dia akan bergerak secara naluri mencari bahan-bahan materi asal fisiknya, ketika kekurangan energi atau kekurangan unsur-unsur asalnya maka ia akan segera mencari atau secara naluri ia akan berkata, saya lapar, saya haus !.

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari ekstrak yang berasal dari tanah.” (QS. Al Mukminun:12)

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari Lumpur hitam yang berstruktur (berbentuk), maka apabila Aku telah meniupkan kepadanya Ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” [QS. Al Hijir: 28-29]

An nafs arti Fisik yang mempunyai bahan dari ekstrak tanah yang mempunyai bentuk .

Kedua, An Nafs berarti : Jiwa, - jiwa mempunyai beberapa sifat, nafs lawwamah (pencela), nafs muthmainnah (tenang), Nafs Ammarah bissu’ (senantiasa menyuruh berbuat jahat).

Yaa ayyatuhannafsul muthmainnah ….. [QS. Al Fajr : 27-28]

Wala uqsimu binnafsil lawwamah … [QS. Al Qiyamah:2]

Wama ubarriu nafsii, innannafsa laammaratun bissuu’ [QS. Yusuf:53]

Sedangkan Qalb, artinya sifat jiwa yang berubah-ubah, tidak tetap. Terkadang ia bersifat muthmainnah, kadang juga lawwamah, atau berubah menjadi ammarah bissuu’

Watak seperti inilah yang dimaksud dengan QALB (berbolak-balik), jadi keliru kalau dikatakan qalb itu adalah wujud karena dia bukan jiwa, akan tetapi merupakan sifatnya jiwa yang selalu berubah-rubah. Jiwa yang mempunyai sifat berubah-rubah inilah, dinamakan Qalbun !! sedangkan jiwa yang selamat disebut Qalbun salim (selamat dari sifat yang berubah-rubah) - illa man atallaha biqalbin saliim - kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. (QS. Asy Syura: 89)

An nafs (jiwa) memiliki alat-alat, Pikiran, Perasaan, Intuisi, Emosi, dan Akal. Sedangkan An Nafs (fisik) memiliki alat-alat : Penglihatan (mata), Pendengaran (telinga), Perasa (lidah), Peraba, Penciuman (hidung).

Sabtu, April 18, 2009

waktu

waktu terus berjalan
melewati berliku jalan
menghasilkan kenangan
menyisahkan harapan

semua canda dan tawa tercipta
manciptakan mimpi yg indah
tanpa lelah mencari
makna hidup yg sejati

waktukan mengerti
waktukan memahami
bahwa kitakan pergi
tapi kitakan pasti kembali

rasa tlah tercipta
menjadi keping2 awan di jiwa
akankah diakan hilang
ditelan waktu yg trus berjalan

waktukan mengerti
waktukan memahami
semua ada masanya
untuk kita menangis dan tertawa

janganlah dia kau salahkan
sang waktu yg tak merasa
kita masih ingin bersama
biarlah dia trus berjalan

waktu adalah ruang
dia tak memiliki rasa
kitalah yg menciptakannya
untuk slalu mebuat dia tampak indah

sebuah cinta tercipta karena waktu
begitu juga kenanga
waktu menyimpannya
untuk kita selalu mengenang

Rabu, April 08, 2009

TASAWUF BUKANLAH SUFISME

Tasawuf serta sufisme terlihat merebak akhir-akhir ini di indonesia, namun bila kita amati dengan lebih seksama akan kita dapati kerancuan dalam pemahaman terhadap arti tasawuf dan arti sufisme yang di anggap sama, juga terdapat kerancuan terhadap arti sufistik, sufisme, filsuf, filosofi dlsb.


Oleh karena itu marilah kita cermati apa dan bagaimana sebenarnya tasawuf dan sufisme serta dimana letak perbedaanya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Nabi SAW. berkata bahwa umur umatku tidak jauh dari umurku, sedangkan pada saat wafat Nabi SAW. adalah berusia 63 tahun, sehingga hal tersebut mengisyaratkan bahwa umur umat Muhammad SAW. berkisar di sekitar 63 tahun saja, sehingga bila ada yg berusia hingga 70-90 tahun merupakan hadiah atau tambahan kesempatan untuk menambah amal ataupun untuk bertobat bagi yang masih berasyik-asyik dengan dunia, disamping itu terdapat pula pendapat yang menyatakan pembagian tiga terhadap standar usia 63 tahun tersebut menjadi tiga bagian yang masing-masing terdiri dari 21 tahun, ketiga bagian tersebut diterangkan sebagaimana berikut ini:

  • 21 tahun pertama adalah Syariat.
  • 21 tahun kedua adalah Hakikat.
  • 21 tahun ketiga adalah Marifat.

Jadi idealnya dalam kehidupan umat islam seharusnya 21 tahun pertama adalah saat untuk berlomba-lomba mengumpulkan ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu pembeda salah dan benar atau gelap dan terang, serta di tambah ilmu pengetahuan umum yang berguna untuk menunjang modal kehidupan.

Sedangkan 21 tahun kedua adalah saat untuk pencarian kebenaran atau pembuktian dari semua ilmu yang telah didapatkan tersebut diatas, seyogyanya pencarian kebenaran tidaklah menjadikan terhentinya pencarian atau penambahan ilmu, sebab kita senantiasa harus terus belajar dan menambah ilmu selama kematian belumlah menjeput.

21 tahun ketiga baik lebih maupun kurang adalah saat setelah teruji kebenaran dari ilmu yang didapat tersebut, menjadi saat keemasan kehidupan ruhaniah seseorang yang secara umum dapat dikatakan memasuki usia kebijakan (kurang lebih dimulai pada usia 43-50 tahun), yang secara sisi ruhaniah menjadi masa pengenalan terhadap Allah sebagai pemilik segala ilmu serta segala sesuatu yg terkait kepada ilmu tersebut, yang mana keterkaitan tersebut dapat diartikan sebagai pembuatan, sebagaimana Allah dengan ilmunya telah membuat atau menciptakan alam semesta beserta isinya dan yang termasuk didalamnya adalah manusia, yaitu kita.

Dengan demikian maka menjadi jelaslah bahwa kita hanya dapat mengenal dan merasakan keberadaan Allah dengan pengenalan akan kebenaran ilmu serta segala ciptaan Nya, sedangkan kebenaran ilmu Allah kiranya hanya bisa kita dapatkan dari hikmah kehidupan dengan berbekal atau bermodalkan sabar serta tawadhu.

Setelah mengamati ulasan kehidupan yg panjang dan berbelit tersebut di atas maka sampailah kita pada pengenalan dari arti tasawuf yang merupakan ilmu marifat atau ilmu pengenalan terhadap Allah, sedangkan sufisme adalah isme atau dapat juga dikatakan sebagai ilmu untuk menjalani kehidupan sufistik seorang sufi, yang mana diketahui bahwa akhir dari kesufian adalah awal dari kenabian, yang tentu saja menjadikan kesufian dapat di artikan pencarian kesucian yang tertinggi yang menjadi dasar atau awal kenabian, demikianlah bahwa akhir kesufian hanyalah awal kenabian menjadikan setinggi-tinggi nya tingkat kesufian tidaklah dapat mencapai tingkat kenabian.

Sekarang tentunya telah menjadi lebih teranglah perbedaan antara tasawuf dengan sufisme, walaupun sangatlah jelas bahwa sufisme adalah salah satu ilmu atau cara menjalani tasawuf bagi para sufi, sedangkan tasawuf itu sendiri dapat dipelajari atau di amalkan siapa saja yang ingin mencapai tingkat marifatullah dengan cara mencari bukti-bukti kebenaran dari ilmu serta segala sesuatu ciptaan Allah atau yang dikenal dengan merenung sesaat yang dapat menghasilkan pemahaman akan kebenaran ilmu-ilmu Allah dengan imbalan 1000 rakaat shalat, juga dapat dicapai dengan cara mencari hikmah dari setiap permasalahan dalam kehidupan pribadi maupun orang lain dengan berbekal sabar, tawadhu, prasangka baik pada Allah sesuai dengan janji-janji serta ketetapan Allah pada hambanya.

Sedangkan pada kasus kerancuan yang terjadi akibat fisafat islam yang menjadi bahasa umum para sufi yang sedemikian sulit untuk dimengerti orang awam adalah penyebab para sufi di anggap orang yang tidak normal dengan segala cerita keanehan-keanehan kehidupan mereka yang sebetulnya di ceritakan oleh para penganut sufisme dalam bahasa filsafat yang tentu saja tidak mudah dimengerti atau di pahami kecuali bagi mereka yang sudah terbiasa mendengar istilah-istilah serta kata-kata kiasan yang menyerupai syair atau puisi, atau untuk mudahnya kita harus berfikir untuk mengartikan sebuah kata kias, syair ataupun puisi, sudah barang tentu akan jauh lebih sulit lagi bila kata kias, syair atau puisi itu memakai bahasa fisafat pula, tentu saja akan menjadi sangat rumit untuk mengerti artinya, apalagi untuk menghayatinya.

Sebagai contoh, ada seorang sufi yang pada saat itu terjadi perbantah-bantahan didalam hatinya sedangkan ia sedang berjalan di gurun pasir, sehingga ia berjalan terus di gurun pasir tersebut selama satu tahun tanpa makan dan minum, juga ada seorang sufi yang sedang berpuasa, lalu saat ia sedang menolong seseorang untuk memperbaiki atap rumah ketika ia berada di ujung tangga, si empunya rumah menyuguhkan makanan dan minuman yg terlihat enak dan segar dikarenakan ia sedang berpuasa, sehingga terjadilah juga perbantah-bantahan didalam hatinya sehingga satu tahun atau dua tahun ia berada di atas tangga tersebut, kedua cerita tersebut diatas seakan-akan menceritakan kehebatan atau terlihat begitu saktinya seorang sufi yang mengakibatkan perbedaan pendapat bagi pembaca atau pendengar cerita tersebut, bagi orang yang tertarik supranatural tentu saja ingin mempelajari ilmu kesufian tersebut agar dapat menjadi hebat atau sakti sebagaimana sang sufi yg ia bayangkan kehebatannya, dilain fihak bagi orang yang tidak percaya atau kurang percaya akan hal supranatural atau klenik menjadikan mereka memandang cerita tersebut sebagai suatu kebohongan yang sangat besar, sehingga menjadikan ia memandang sang sufi dan para sufi sebagai pembohong besar.

Disinilah letak kerancuan pendapat awam dalam mengartikan cerita yang di sajikan sebagai cerita, kata kias, syair atau puisi dengan memakai bahasa fisafat islam yang tentu saja sulit untuk dimengerti begitu saja, walaupun sebenarnya dapat saja secara sederhana dicarikan perumpamaannya dalam kehidupan keseharian kita, misalnya kita mempunyai kenalan, baik itu di kantor maupun di mana saja tempat yang sering kita bertemu dengannya sedangkan orang tersebut selalu membuat kita jengkel karena entah itu kelakuannya ataupun cara berbicaranya yang selalu menjengkelkan kita, yang tentu saja semua itu berjalan dalam waktu yang cukup lama ataupun lama sekali akan menjadi ganjalan di hati kita sehingga baru berakhir bila orang tersebut tidak menjengkelkan lagi atau orang tersebut tidak disana lagi atau kita yang sudah tidak disana lagi, tentu saja kita tidak dapat memprediksi berapa lama ganjalan tersebut akan mengganggu kita bisa satu minggu, satu bulan, satu tahun bahkan mungkin saja sepuluh tahun, ganjalan di hati kita tersebut dapat kita perumpamakan sebagai perbantah-bantahan yang terjadi di hati sang sufi tersebut, tentu saja baik kita maupun sang sufi tersebut, secara kenyataannya tidak berdiam di tempat tersebut atau pun berhadapan dengan orang tersebut selama waktu masih terjadi ganjalan atau selama terjadi perbantah-bantahan tersebut, melainkan baik kita maupun sang sufi tersebut tetap melaksanakan kegiatan kita sehari-hari seperti biasanya, walaupun ada ganjalan di hati kita maupun perbantah-bantahan di hati sang sufi tersebut.

Memandang kasus tersebut di atas maka menjadi jelaslah bagi kita, bahwa sebenarnya tidaklah ada suatu keanehan dalam kehidupan seorang sufi, melainkan sama saja dengan kehidupan kita sehari-hari, yang berbeda hanya masalah cara hidup saja, kehidupan seorang sufi, sama saja dengan seorang guru agama (ustadz), da'i atau ulama secara umum, hanya saja biasanya mereka berusaha untuk selalu menjaga pandang, wudlu juga fikirannya, demi tercapainnya kesucian tertinggi yang dapat dicapai manusia.

Dengan demikian, maka baik ganjalan hati ataupun perbantah-bantahan hati hanyalah suatu bentuk kemacetan , stuck atau terhentinya salah satu proses ruhaniah kita dalam jangka waktu tertentu, yang di perumpamakan seakan-akan waktu terhenti sedangkan diri tetap berjalan atau diri terhenti sedangkan waktu terus berjalan, dan lain sebagainya perumpamaan.

Mungkin contoh kematian yang secara umum ditakuti dapat menjadi contoh yang lebih mudah dimengerti, misalkan pada suatu sore hari, kita sedang memotong rumput di halaman rumah, selagi asyik memotong rumput tiba-tiba kita teringat akan kematian yang sangat menyakitkan sakratul mautnya sehingga kita menjadi takut akan kematian yang pasti datang itu, maka selama kita takut akan kematian tersebut selama itulah pengetahuan ruhanian tentang kematian kita terhenti, seakan-akan bila ingat soal kematian kita ingat saat pertamakali takut itu datang di taman rumah kita tersebut, walaupun keruhanian kita selain tentang kematian terus berjalan, baik itu belajar agama ataupun segala peribadahan kita tetap berjalan seperti biasanya, juga kegiatan kita sehari-hari tetap berjalan normal seperti biasanya, namun selama kita masih takut akan kematian tersebut, selama itu pula pemikiran kita tentang kematian tetap tertahan di taman tersebut, sehingga waktu seakan-akan berhenti untuk masalah kematian tersebut, walaupun kegiatan kita berjalan normal seperti biasanya, pada suatu hari, tiga tahun setelah masalah di taman itu, bertemulah kita dengan seseorang yang memberi tahukan bahwa tiada rasa sakit, walaupun hanya sebiji zarah kecuali akan ditambahkan kemuliaan baginya, sehingga dengan pengetahuan ini kita menyadari bahwa sakratul maut yang super sakit itu dapat ditukarkan menjadi super mulia, yang merupakan kesempatan terakhir atau tambahan yang sangat menguntungkan, yang diberikan Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada hambanya, berkah ini tentu saja menghapus ketakutan kita kepada sakratul maut, sehingga kematian bukan lagi merupakan hal yang menakutkan, dengan demikian hilanglah sudah kemacetan ruhaniah akan kematian tersebut, setelah tiga tahun membebani kita, kejadian tersebut dapat diperumpamakan semenjak sore tersebut kita terus mencabuti rumput selama tiga tahun tanpa makan dan minum, tanpa makan dan minum ini dapat diartikan selama tiga tahun kita tidak mendapatkan jalan keluar dari masalah ketakutan tersebut.

Tentu saja jika kita menceriterakan kepada banyak orang, bahwa kita mencabuti rumput tanpa makan dan minum selama tiga tahun dikarenakan takut akan kematian, diantara mereka akan ada yang mengatakan kita pembohong besar, sedangkan diantara yang lainnya ada yang akan menganggap kita orang yang sangat sakti, padahal kita hanya orang biasa saja.

-=*=-

Kamis, April 02, 2009

M.J.R

dalam kata tersimpan maknan perjalanan
dalam setiap langkah, dalam setiap nafas
tersimpan cerita keindahan dunia

dia bermakan dengan syair
setiap rasa
setiap rasa frasa adalah rasa yang terungkap
atas hati dan pikiran tentang keESAAN TUHAN

dia maknakan setiap ungkapan dalam AL-QUR'AN dan AS-SUNNAH
sebuah makna kehidupan
sebuah makna perjalanan

katanya pengaruhkan pikiran
katanya adalah lantunan rasa keagungan akan TUHAN
katanya adalah ilmu yang tersusun indah dalam syair

ucapannya mengandung makna penafsiran tentang ilmu
penafsiran tentang kalimat dalam perkataan AGUNG
tafsirannya adalah sebuah perjalanan menujuh ke tempat abadi

sepi...

sepi....
dalam sebuah sepi tercipta alur perjalanan
dia menjelaskan dan menjabarkan
tentang keadaan jiwa seseorang
dia menceritakan masa lalu
dia jelaskan tentang kasih itu

sepi....
dia datang saat termenung
diam disisi hati yang bingung
menjadi alur perjalanan masa lalu
menjadi baitan kenangan itu

sepi....
dia merangkai sebuah kepingan itu
dimasa lalu dulu, semua telah terjadi begitu
dia jelaskan rasa yang tersisa
menjadi bagian dari rasa
menbuat tersenyum indah

sepi....
bagai mentari sinari hari
tapi sepi, dia menjadi
jembatan penghubung masa lalu
menjadi cahaya yang terangi
bagian hati yang hilang itu

kata

kata adalah susunan
dalam lantunan
dalam gerak halus bibir
dia menjadi gambaran hati

dia hanya suara
yang mempengaruhi jiwa
dia hanya gerakan
tapi dia mampu merubah dunia

dia adalah hati
bagai tulang dan daging
yang saling melengkapi
menjadi pelengkap dalam ucap

hati berkata, kata tercipta
hati mencari, kata bertanya
dia terluka, kata menghina
menciptakan rasa yang ada

Rabu, Maret 25, 2009

HATI

hati adalah ungkapan fikiran sebuah kata

dimana setiap orang mampu mengungkapkannya

tapi dia tak mengerti makna yg terkandung di dalamnya



CERITA

cerita ajalah hasil dari sebuah perjalanan pikiran yg ingin mampu mewujudkan sesuatu

dia menjadi hiasan dalam akal

menjadi benih dalam hati yg berharap nyata



KATA

kata @susunan dari sebuh penjabaran gerak bibir

dia menjadi susunan yg mampu di pahami

menjadi ungkapan perwakilan dari hati dan pikiran

Sabtu, Maret 21, 2009

hidup

diantara sebuah perjalanan terkadang ada rintangan
dia menjadi alang-alang dalam kehidupan
tapi dia menjadi penerang dalam perjalanan
dia memberikan perasa dam perjalanan

dia adalah pewangi dalam hidup
tapi dia tak menebarkan harumnya
dia hanya penerang dalam redup
tapi dia membekas dalam rasa

burung-burung terbang diantara deburabn ombak pantai
mununggu senja tenggelam
dia menyusuri tepian hari
mencari makna hidup yg kelam

perjalanan hanyalah waktu
dia menjadi teman hidup manusia
tapi dia tak mengerti majnanya
dia hanya bisa berlalu

Senin, Maret 16, 2009

dia jabarkan tafsiran sebuah makna kehidupan
bahwa hidup adalah perjuangan

dia jelaskan sebuah kata bermakna sejuta
yang mempengaruhi rasa

tapi dia berkata" bahwasannya kita tak pernah
luput dari salah dan dosa"

sebuah perjalanan adalah tuntunan hidup
perjalana adalah sebuah pencarian rasa perasaan jiwa

patua bijak berkata" aku hanya manusia tak luput dari dosa tapi akukan berjuang karena aku ingin hidup yg berarti"

jakarta,16 maret '09


Minggu, Maret 15, 2009

waktu...3

waktu....

kau begitu

berlalu bagai hantu

tanpa tau diman kau berlabu

waktu..

hatiku pilu

merindu untuk selalu

bersama untuk merangkai rindu

tapi kau waktu

hanya kenangan yg bagai hantu

tanpa tau dimana kau berkabu

merangkai rindu untuk mengenangmu

kasihku

aku selalu

bagai waktu

tanpa letih menunggu

itulah aku

selalu menunggu kamu

untuk datang mengisi hatiku

pagi..

pagi..... 

sang mentari sinari hari

dengan warna indah silaukan hari

menyejukan diri dari lelah letih 

pagi....

aku menanti 

untuk mengabdi pada hari

untuk mencari jalan diri

pagi...

aku melangkah kaki

tanpa letih terus menapaki

ditepian jalan hari

untuk mencari ketenangan hati

jakarta,maret '09

Sabtu, Maret 14, 2009

damai....

bila damai datang
pastikan bahwa dia ada
bila cinta datang
pastikan dia setia
sedih dan duka bersama
tanpa batas jiwa
menghapus luka
pastikan bahwa dia ada
walau luka
masih membekas lama
walau ego kadang melintas
tapi dia tetap setia menghias
sebuah legenda tercipta
atas dasar cinta
sebuah cerita tercipta
atas dasar rasa setia
cinta adalah misteri
tak ada isan pun yg mampu menjawab
dia ada karena cinta
dia ada karena setia
aku kan ada bila engkau pun ada
aku datang bila kau setia menunggu
aku akan selalu menanti
walaupun kau tinggalkan aku
tanpa menyisahkan rasa cinta

waktu...

waktu...........waktu...
waktu...........waktu...

tiad a rasa tercipta tanpa waktu
bila waktu tak ada apa yg kankau rasa
apakah sedih, senag ataukah tawa
bila rasa itu ada ungkapkan dia kan menunggu

taida rasa tercipta tanpa waktu
dia yg membuat indah suasana
dia yg membuat aras itu nyata
karna waktu adalah rindu

tiada rasa tercipta tanpa waktu
dia ciptakan sedih dan senag
rasa bahagai, rasa rindu
maupun rasa kehilangan

karna waktu adalah jalan
jalan menujuh tempat yg indah
jalan menujuh firdaus
jalan menujuh tempat
dimana rasa berawal mula

andaikan watu hilang
entah apa yg dirasa
akan hati2 yg merindukan dia
akan jiwa2 yg mengharapkan kehadiranya
jiwa dan hati berdoa
agar waktu tetap ada
karna dia membuat
menciptakan keindahan rasa
yg tak ternilai harganya

waktu..

waktu terus berjalan
melewati berliku jalan
menghasilkan kenangan
menyisahkan harapan

semua canda dan tawa tercipta
manciptakan mimpi yg indah
tanpa lelah mencari
makna hidup yg sejati

waktukan mengerti
waktukan memahami
bahwa kitakan pergi
tapi kitakan pasti kembali

rasa tlah tercipta
menjadi keping2 awan di jiwa
akankah diakan hilang
ditelan waktu yg trus berjalan

waktukan mengerti
waktukan memahami
semua ada masanya
untuk kita menangis dan tertawa

janganlah dia kau salahkan
sang waktu yg tak merasa
kita masih ingin bersama
biarlah dia trus berjalan

waktu adalah ruang
dia tak memiliki rasa
kitalah yg menciptakannya
untuk slalu mebuat dia tampak indah

sebuah cinta tercipta karena waktu
begitu juga kenanga
waktu menyimpannya
untuk kita selalu mengenang

Hari....

hari adalah jembatan hidup
dia menjadi batu dalam tanggal
dia menjadi cat dalam tanggal
tapi dia setan dalam kekecewaan
pilihan adalah perjalanan dalam hidup manusia
pilihan adalah sebuah perjuangan
yg harus di artikan sebagai
suatu hiasan dalam hidup
dalam tubuh terdapat 3 hati
hati yg pertama adalam
hati untuk keluarganya
hati yg kedua adalah hati untuk
teman 2-nya
dan hati yg ketiga adalah hati untuk dirinya sendiri
untuk menemani jerjalanan
hidup yg akan dia jalani

Empat langkah menuju surga

'diriku'menghadap ke barat.memandang jauh kesana.dalam ucapan kata ayat-ayat tuhan .memohon kesana hingga hayat raga ini tiada

'ruku ku'agungkan dia. dalam sgala hal yg ada.menguatkan batin jasad ini.dengan ayat-ayat firman tuhan.

'sujud ku'kuletakan kening hingga hidung diatas bumi baralas suci. mengahadap dia. di barat jauh disana,sgala poros arah sgala gerakan dalam hidup

'akhir ku'dudukku memandang jauh dalam hati. seakan ku lihat di dijauh sana.dengan cahaya kemilau nan indah. batin jiwa berucap sedih memandangmu disana

jakarta,12 maret '09

Risalah Cinta

seperti sayap2 camar
terbang putih bersinar
diantara senja pantai indah
berfirman hati dalam raga
bagai sayap para malaikat
sabarkan keindahan surga
saat malam dia berkelana
mencari jiwa yg sesat akan cinta
ku risalahkan cinta
dalam hati dalam sedih
mencari makna yg hadir
dalam kasih dalam sanubari
jakarta,1103'09

cinta.......

dia berkata
aku berdusta
dia memuji
aku memaki
dia berkata sejati
aku bertanya"apa itu sejati?"
dia menerangkan dng kasih
aku mendengarkan dng lirih
aku berkata"tak ada yg hakiki"
aku terangkan makna sejati
dia tak perduli
dia membalas dng maki
dia berkata "kau tahu makna cinta"
dia terangkan indahnya cinta
aku dengarkan
aku berkata"makna cintaku melihatmu dng senyummu"
jakarta,1203'09